Kurikulum

Kurikulum merupakan salah satu komponen penting dalam proses pendidikan. Kualitas kurikulum akan menentukan kompetensi lulusan. Tanpa kurikulum, proses pembelajaran tidak akan bisa berlangsung. Oleh karena itu, keberadaannya memerlukan rancangan, pelaksanaan serta evaluasi secara dinamis sesuai dengan perkembangan zaman, kebutuhan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) serta kompetensi yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun pengguna lulusan perguruan tinggi. Saat ini perkembangan IPTEKS berlangsung sangat cepat mengikuti pola yang sulit diprediksi. Dalam kurun waktu enam tahun, SN-Dikti telah mengalami perubahan sebanyak tiga kali, yaitu dari Permenristekdikti No 49 tahun 2014 yang diubah menjadi Permenristekdikti No 44 tahun 2015, dan kemudian diubah lagi menj adi Permendikbud No 3 tahun 2020 yang mengejawantahkan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Universitas Airlangga sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum tidak terlepas dari dinamika yang terjadi tersebut. Dengan demikian, melakukan perubahan kurikulum pendidikan merupakan sebuah keniscayaan sepanjang tidak bertentangan dengan filosofi pendidikan serta peraturan yang berlaku. Perubahan kurikulum di Unair merupakan aktivitas rutin yang harus dilakukan sebagai tanggapan terhadap perkembangan Ilmu pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS), kebutuhan masyarakat, serta kebutuhan pengguna lulusan. Namun,pemahaman yang beragam diantara berbagai Program Studi terkait rekonstruksi kurikulum adalah permasalahan yang perlu dicermati. Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut, Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan menerbitkan buku Panduan Penyusunan Dokumen Kurikulum. Buku panduan ini diharapkan bisa digunakan sebagai pedoman dalam melakukan penyusunan atau redisain kurikulum Program Studi.